Roy Suryo Ungkap Bukti Lengkap Perbedaan Mencolok Ijazah Asli UGM dengan Milik Jokowi

Roy Suryo Ungkap Bukti Lengkap Ijazah Jokowi
Roy Suryo Ungkap Bukti Lengkap Ijazah Jokowi
0 Komentar

Terkait hal ini, muncul pula polemik mengenai kredibilitas salah satu orang yang disebut sebagai ahli forensik. Dalam sebuah gelar perkara di Bareskrim, orang yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya bukan ahli dalam bidang analog forensik, padahal kasus yang ditangani berkaitan dengan dokumen cetak fisik.

Hal ini membuat kehadirannya sebagai ahli menjadi tidak relevan. Bahkan, pada saat gelar perkara tersebut, kami, saya sendiri, Dr. Rismon, Dr. Tifa, dan Dr. Taufik, semua hadir dengan surat tugas resmi yang diberikan kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, “ahli digital forensik” yang disebutkan tadi tidak memiliki surat tugas apa pun. Secara prosedural, ia seharusnya tidak dapat diikutsertakan dalam forum tersebut. Namun, karena alasan etika dan keterbukaan, kami tetap mengizinkan ia hadir dan mendengarkan pemaparannya.

Baca Juga:4 Penyebab Motor Honda Cepat Panas dan Overheat, Ini SolusinyaLink Resmi Cek Penerima BSU 2025 Pakai NIK, Jangan Tertipu Link Palsu

Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ia tidak memberikan presentasi ilmiah apa pun, dan justru melakukan serangan personal kepada beberapa peserta diskusi, termasuk Dr. Rismon dan saya sendiri. Tindakan ini tentu sangat mencoreng profesionalisme dan kredibilitasnya.

Oleh karena itu, saya lebih tepat menyebut orang tersebut sebagai “ahli sastra” karena kontribusinya lebih banyak berupa retorika tanpa landasan ilmiah atau bukti yang sahih. Ini adalah salah satu faktor penting yang perlu diketahui publik dalam memahami kasus ini secara objektif dan menyeluruh.

Tadi telah disampaikan sedikit oleh Bapak Sam, dan dilanjutkan oleh Bapak Rizal Fadillah. Terima kasih, sehingga saya tidak perlu mengulang seluruhnya, karena memang sejak kemarin kami terus-menerus ditanya mengenai bukti fisik yang bersifat analog, bukan hanya salinan atau fotokopi.

Hari ini, Senin, 14 Juli 2025, kami selaku pihak prinsipal menyatakan bahwa kami telah memegang lima bendel bukti asli, berupa ijazah dan transkrip nilai asli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ini bukan sekadar fotokopi, melainkan dokumen asli. Ijazah tersebut lengkap dengan transkrip nilai dan berbagai bukti pendukung lainnya.

Dokumen tersebut diserahkan langsung oleh para kakak kelas saya, alumni UGM yang lulus dari Fakultas Kehutanan pada tahun 1985. Mereka adalah mahasiswa UGM yang benar-benar tercatat resmi, dan kami sangat menghargai jiwa nasionalisme mereka dalam menyerahkan dokumen tersebut kepada kami.

0 Komentar