Pengakuan Leader Aplikasi OMC Palu Setelah Diciduk Polda Sulteng

Leader Aplikasi OMC Palu dan Humas Polda Sulteng.
Leader Aplikasi OMC Palu dan Humas Polda Sulteng.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Leader atau kepala Kantor aplikasi OMC wilayah Palu, Zakarias Widodo akhirnya memberikan pengakuan setelah diperiksa oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah pada Rabu (9/7/2025) lalu.

Kepada media, Zakarias mengaku diperiksa elama seharian dari pagi hingga sore hari oleh pihak Polda Sulteng.

Setelah diperiksa Zakaria mengaku sudah menyerahkan akunnya ke Krimsus dan Cyber Polda Sulteng untuk diperiksa.

Baca Juga:Mengungkap Rahasia Manfaat Medis dari Gerakan Sholat yang Jarang Diketahui4 Mobil Toyota yang Disebut Produk GAGAL, Ada di Garasimu?

Dalam akun OMC miliknya tersebut kini hanya tersisa Rp 100 ribu saat aplikasi itu terblokir.

“Tidak ada keuntungan. Semua habis,” singkatnya kepada wartawan.

Hal ini karena Zakaria telah menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah untuk membeli bonus yang diperuntukkan bagi anggotanya yang berprestasi.

“Totalnya mencapai Rp 100 juta digunakan untuk membeli hadiah berupa barang elektronik untuk anggota OMC di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.” pengakuannya.

Zakarias mengaku ditugaskan oleh seseorang yang bernama Angelina Anderson (AA) selaku Manajer Perekrutan untuk Sulawesi.

“Ditugaskan beli hadiah hanya 100 juta untuk Luwuk. Ada beberapa teman di 16 kantor yang lain bertugas beli hadiah,” sebutnya dikutip dari Radar Palu.

Dirinya mengaku bahwa ia juga merupakan korban dari dugaan investasi ilegal OMC ini.

Selain Zakarias, ada 3 orang lain yang juga diperiksa oleh Subdit 2 Eksus Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng.

Baca Juga:Jam Berapa Drakor Head Over Heels Episode 7 Tayang Malam ini? Bisakah Seong-A Mengalahkan Roh Jahat yang Merasuki Gyeon-uSampai Kapan Razia Operasi Patuh 2025 Berlangsung? Cek Jadwal dan Sasarannya di Sini

Kasubdit Penmas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari membenarkan pemeriksaan Zakarias Widodo.

Pemeriksaan ini sambung Sugeng baru sebatas pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). “Iya benar,” singkatnya.

 

0 Komentar