Memang, fitur seperti Honda Selectable Torque Control (HSTC), electric windshield, dan port USB sudah tersedia. Namun, fitur-fitur tersebut tidak cukup untuk membenarkan selisih harga yang cukup jauh dibanding kompetitornya. Yang lebih mengejutkan, harga jual bekas Honda Forza 250 mengalami penurunan tajam. Mengapa demikian? Karena motor ini dianggap terlalu berlebihan (overkill) untuk pemakaian sehari-hari.
Dibandingkan XMAX, Honda Forza 250 lebih merepotkan untuk digunakan harian. Selain itu, suku cadangnya tergolong mahal dan sulit dicari karena statusnya sebagai motor Completely Built Up (CBU). Dengan segala pertimbangan ini, kecuali Anda memiliki dana berlebih dan memang menginginkan motor kelas premium, sebaiknya pikirkan kembali sebelum memilih Honda Forza 250.
Memilih sepeda motor tidak boleh hanya didasarkan pada tampilan atau harga promosi. Penting untuk menilai secara menyeluruh, mulai dari fitur, kenyamanan, ketersediaan suku cadang, hingga nilai jual kembali. Semoga daftar ini dapat menjadi pertimbangan agar Anda tidak kecewa setelah membeli.
SC: Fuse Box
