JABAR EKSPRES – Kontroversi yang terjadi pada aplikasi OMC bisa menjadi pelajaran penting untuk masyarakat. Apliikasi yang sepertinya sangat memihak pada rakyat kecil karena bisa menjawab butuhkan orang banyak, ternyata justru menjadi bumerang.
Aplikasi yang sangat dipercaya karena bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat ternyata tak lebih hanyalah aplikasi penipuan yang justru merusak tatanan ekonomi rakyat.
Sebelum OMC, mungkin sudah jutaan orang yang pernah menjadi korban dari aplikasi ponzi, mengingat aplikasi ini sudah ada sejak jaman dahulu, keberadaannya juga selalu ada menemani rakyat kecil dengan ekonomi lemah, yang sangat mudah ditipu hanya dengan iming-iming keuntungan besar diawal.
Baca Juga:Klarifikasi Pimpinan Aplikasi OMC Terkait Kendala WDSebentar Lagi, ini Link Cek Hasil Pengumuman Seleksi SPMB Jabar 2025 Tahap 2
Kemunculan aplikasi ponzi ini juga sangat masiv, pertumbuhannya bagai jamur dimusim dingin yang sangat pesat. Nyaris setiap hari selalu ada aplikasi ponzi baru dengan berbagai marketplan yang berbeda.
Kreatifitas dari pembuatnya juga cukup inovatif, mereka selalu mengikuti perkembangan jaman dan menyesuaikan dengankebutuhan masyarakat.
Karenanya banyak yang bingung untuk membedakan, apakah sebuah aplikasi termasuk ponzi atau bukan. Karena tentu saja tidak ada maling yang mengaku sebagai maling, mereka selalu mengklaim sebagai aplikasi resmi dengan dokumen legalitas lengkap.
Padahal dokumen tersebut kadang hanya surat ijin dan bukan legalitas yang menyatakan sebuah aplikasi aman atau diijinkan untuk beroperasi di Indonesia.
Karenanya masyarakat harus jeli dan teliti sebelum mempercayakan uangnya pada sebuah aplikasi online.
Untuk menambah pengetahuan dan literasi, berikut ada beberapa ciri untuk membedakan sebuah aplikasi termasuk ponzi atau resmi :
Aplikasi Ponzi, biasanya memiliki ciri sebagai berikut :
1. Tidak Memiliki Izin Resmi seperti Aplikasi OMC
Ini adalah ciri paling utama. Aplikasi atau entitas yang menjalankan skema Ponzi tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK atau badan regulator keuangan lainnya. Mereka mungkin mengklaim memiliki izin palsu atau izin yang tidak relevan.
2. Menjanjikan Keuntungan Sangat Tinggi dan Tidak Realistis
Baca Juga:Jam Berapa Pengumuman Hasil Seleksi SPMB Jabar 2025 Tahap 2 Bisa Dilihat? Cek di Link IniCara Dapat Uang Rp341.000 Dari HP Tanpa Harus Keluar Rumah
Skema Ponzi menawarkan imbal hasil yang jauh di atas rata-rata pasar investasi yang wajar, seringkali dalam waktu singkat, dengan klaim risiko yang minim atau bahkan tanpa risiko sama sekali.
