Bukankah ini akan menciptakan efek riak yang luar biasa? Bank tidak hanya akan dikenal sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, CSR adalah jembatan antara dunia bisnis dan kemanusiaan. Bank yang memilih melangkah di jembatan ini dengan tulus akan menemukan bahwa kebaikan yang mereka tabur tidak hanya mengubah kehidupan orang lain, tetapi juga memperkaya makna eksistensi mereka sendiri. Bagi bank, CSR bukanlah beban, melainkan panggilan untuk menjadi lebih dari sekadar bisnis—menjadi harapan bagi masa depan yang lebih baik. (*)
*) Mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia Membangun Bandung
