Fakta Mengejutkan di Balik Janji 19 Juta Lapangan Kerja

Janji 19 Juta Lapangan Kerja
Janji 19 Juta Lapangan Kerja
0 Komentar

Artinya, transisi ini justru menciptakan kesenjangan yang semakin besar antara kebutuhan industri dan kapasitas angkatan kerja yang tersedia. Sementara itu, janji kampanye mengenai lapangan kerja tidak pernah menyebutkan bahwa sebagian besar dari mereka yang saat ini bekerja justru berpotensi kehilangan posisi karena perkembangan teknologi.

Ini adalah kontradiksi yang terlalu nyata untuk diabaikan. Di satu sisi, janji tentang 19 juta lapangan kerja terus diulang; di sisi lain, ribuan posisi justru pelan-pelan dihapus oleh sistem otomatis yang dianggap lebih efisien dan lebih murah.

Dunia kerja berubah dengan sangat cepat. Namun, janji-janji yang disampaikan kepada publik masih terjebak dalam logika lama, seolah semua sektor industri akan terus menyerap tenaga kerja tanpa batas. Jika pendekatan ini tidak segera disesuaikan dengan realitas yang sedang terjadi, maka target jutaan lapangan kerja itu hanya akan menjadi janji yang dibangun di atas fondasi yang sudah rapuh, atau bahkan tidak ada.

Baca Juga:5 Kamera Vlog Terbaik 2025 Kualitas Profesional, Harga TerjangkauPolemik Pernyataan Fadli Zon soal Pemerkosaan Massal Mei 1998 Adalah Palsu

Janji politik selalu mudah diucapkan, terutama saat kampanye. Tapi publik saat ini tidak hanya mendengar, mereka juga menghitung. Ketika janji sebesar 19 juta lapangan kerja tidak disertai transparansi, tidak memiliki peta jalan yang realistis, dan justru bertolak belakang dengan kondisi ekonomi yang semakin sempit, maka sangat wajar jika publik merasa dibohongi.

Revisi target, alasan teknis, dan proyek-proyek besar tidak akan mampu menutupi kenyataan bahwa ribuan orang telah kehilangan pekerjaan, sementara 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan belum juga terlihat wujudnya.

0 Komentar