Berdasarkan potongan informasi yang terkumpul, tim investigasi yang dilansir dari Kompas mencoba melacak jejak digital MHD di dunia maya. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa MHD pernah aktif di sebuah grup Facebook bernama “Bank Jago”, tentu bukan bank digital milik Gojek.
Melalui jejak digitalnya di Facebook, MHD diketahui sebagai seorang penjual rekening dan dompet digital. Ia aktif dalam transaksi jual beli identitas perbankan di grup tersebut, bahkan terlibat juga dalam aktivitas serupa di beberapa grup Facebook lainnya. Salah satunya tercatat pada Januari 2025.
Lantas, apa sebenarnya grup “Bank Jago” ini?
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata grup tersebut merupakan forum jual beli rekening dan dompet digital. Di dalamnya, tidak hanya terdapat para penjual dan pembeli akun, tetapi juga individu-individu yang menawarkan rekening atas nama pribadi mereka sendiri. Aktivitas semacam ini jelas mencurigakan.
Baca Juga:Galbay Jadi Isu Serius Jelang Ancaman Perang Dunia III, Utang Pinjol Tembus Rp80 TriliunDetik-Detik Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Tewas di Rinjani
Kita kembali ke MHD. Untuk membuktikan keterlibatannya dalam praktik jual beli data pribadi dan kasus penipuan tiket konser SEV, ketika mencoba menghubunginya. Tim berpura-pura menjadi calon pembeli rekening atau dompet digital.
Benar saja. MHD menawarkan rekening atau dompet digital atas nama orang lain, lengkap dengan pilihan jenis kelamin. Untuk rekening atas nama pria, ia mematok harga Rp350.000 hingga Rp500.000. Sedangkan untuk atas nama perempuan, harganya sekitar Rp500.000. Ia juga menyebut bahwa pernah menjual satu paket data pribadi dengan harga mencapai Rp3 juta.
Untuk membuktikan aktivitas ilegal ini, tim memutuskan membeli dua rekening bank digital dari MHD. Hasilnya? Kedua rekening tersebut langsung dapat digunakan, dan tim diberikan identitas lengkap pemilik asli dari rekening tersebut. Namun, salah satu dari dua rekening itu diblokir tiga hari setelah pembelian.
Saat dikonfirmasi, MHD mengakui bahwa ia memang pernah menjual rekening atas nama Maya, sosok yang sebelumnya terungkap menjadi korban penyalahgunaan identitas. Penjualan semacam ini digunakan oleh para pembeli untuk berbagai aksi penipuan (scam) di internet.
“Iya, benar, pernah. Kalau nggak salah, dia (pembeli) orang Jakarta, Jakarta Pusat. Itu buat bisnis… tiket konser, Bang. Biasanya yang beli-beli rekening ini memang scammer, sih. Buat jualan juga,” ujar MHD saat dikonfirmasi oleh tim.
