Bahlil juga menyoroti dinamika geopolitik yang memengaruhi perekonomian dunia, tidak ada satu orang pun yang bisa memprediksikan pergerakan masing-masing negara, utamanya yang terkait dengan situasi di Timur Tengah.
Dinamika kawasan tersebut bisa berubah dalam hitungan jam, sehingga terjadi gejolak perekonomian dunia yang ekstrem. Misalnya, harga minyak dunia yang dapat melonjak hingga nyaris menyentuh 80 dolar AS per barel, lalu merosot ke angka 67 dolar AS per barel dalam sepekan.
