JABAR EKSPRES – Pendidikan politik perempuan menjadi sorotan penting dalam rangkaian Hari Jadi Kota Cimahi ke-24. Hal ini menyoroti isu serius, rendahnya partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan politik.
Acara yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai organisasi perempuan di Kota Cimahi ini mengusung semangat pemberdayaan, sejumlah narasumber menegaskan pentingnya peran strategis perempuan dalam membangun bangsa dari berbagai sektor.
Anggota DPRD Kota Cimahi dari Komisi IV, Aida Cakrawati, mengatakan bahwa setidaknya terdapat tiga peran utama perempuan yang harus diperkuat.
Baca Juga:Legislator Jabar Sambut Baik Pelonggaran Rapat Pemerintah di HotelIni Langkah Mudah Kelola Administrasi Kependudukan di Disdukcapil Kota Banjar
“Perempuan sebagai ibu adalah pendidik pertama dan utama. Ia membentuk karakter dan moral anak, sehingga tertanam nilai-nilai tanggung jawab dan disiplin,” ujar Aida saat ditemui di Aula A Pemkot Cimahi, Jumat (13/6/2025).
Politikus Partai Demokrat itu menambahkan, perempuan juga merupakan kontributor pembangunan, baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Selain itu, perempuan juga menjadi subjek dan objek pemberdayaan, termasuk dalam bidang politik.
“Khususnya dalam bidang politik, agar peranan perempuan akan lebih besar dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.
Sementara itu, Praktisi Pendidikan Keluarga yang juga alumni Lemhannas, Nyi Mas Diane Wulansari, mengingatkan tantangan besar menuju Generasi Emas 2045.
Ia menyebutkan persoalan seperti beban ganda, kesehatan mental, bias gender, serta minimnya keterwakilan perempuan sebagai hambatan serius.
“Untuk itu, perlu diimbangi dengan visi Perempuan 2045 sebagai pemimpin peradaban yang mencetak generasi unggul dan tangguh secara religius, spiritual, moral, intelektual, dan emosional,” ungkap Diane.
Diane menjelaskan bahwa peran ibu sangat kompleks, mulai dari edukator, penguat keluarga dan komunitas, hingga pengubah kebijakan di bidang sosial, ekonomi, dan politik.
Baca Juga:Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut dari Tempat Salat Karyawan, Kini Jadi Sentra Pelatihan Bisnis Digital Beromzet MiliaranKemenkeu Bebaskan Pajak dan Bea Masuk 1.800 Barang Jamaah Haji
“Ibu juga sebagai role model dalam bersikap menghadapi konflik, menjaga kesehatan mental, dan menjaga integritas,” katanya.
Selain itu, menurut Diane, ibu memiliki posisi penting dalam menjaga nilai kebangsaan. Kualitas anak dan bangsa, kata dia, sangat bergantung pada kualitas pengasuhan yang diberikan ibu.
“Ibu juga menjadi pembentuk stabilitas emosional dan integrasi sosial dalam tim. Perempuanlah yang paling tahu kapan harus tenang dan kapan harus tegas,” tandasnya.
