Yane menambahkan, selama sepuluh tahun kepemimpinannya, berbagai inovasi telah digagas, seperti Kampung Kesehatan Reproduksi (KEPO), Mampung Sadar IVA Test (SATE), hingga kegiatan tahunan Bogor Pink Run dalam memperingati Hari Kanker Sedunia.
Ia juga mengingatkan bahwa sejak 2017, Kota Bogor telah dicanangkan sebagai kota paliatif yang mengedepankan perawatan holistik bagi pasien kanker. Oleh karena itu, ia menyampaikan dukungannnya kepada pengurus YKI Kota Bogor yang baru agar terus mempertahankan hal tersebut.
“Saya berharap pengurus baru tidak hanya melanjutkan, tapi bergerak lebih cepat. Jangan hanya menjadikan deklarasi Kota Peduli Kanker sebagai jargon, tapi benar-benar sebagai pegangan dan arah gerak,” tandas Yane. (YUD)
