JABAR EKSPRES – Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar Zaini Shofari ikut bersuara terkait ganguan server dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurutnya, Pemprov Jabar belum siap menghadapi transformasi digital.
Politikus yang juga Anggota Komisi V DPRD Jabar itu menguraikan, gangguan server dalam SPMB ini bukan kasus baru. Di pelaksanaan tahun sebelumnya juga telah terjadi.
Hal ini justru menjadi catatan terkait persiapan Dinas atau Pemprov Jabar dalam mengeksekusi momen tahunan itu. Mestinya kasus tahun sebelumnya bisa jadi pelajaran, sehingga ada perbaikan dan tidak terulang di tahun ini.
“Kejadiannya berulang, persiapan pemerintah jadi pertanyaan,” jelasnya.
Baca Juga:Diskominfo Tawarkan Layanan Telekomunikasi dan Wifi Publik Gratis di Kabogorfest 2025Camat Cibinong Resmikan Posyandu Tulip, Targetkan Zero Stunting
Menurut Zaini, tingginya animo masyarakat yang mengakses server juga tidak bisa selalu jadi alasan. Mestinya hal tersebut disiapkan jauh-jauh hari.
Karena yang namanya SPMB, masyarakat juga bakal berbondong-bondong mengakses. Persiapan dan antisipasi perlu dilakukan, misalnya melalui peningkatan kualitas server. Atau merancang sistem agar masyarakat tidak mengakses bersamaan.
“Sekdanya kan tahun lalu juga masih sama. Jangan karena diakses banyak orang selalu jadi alasan. Mestinya Sekda bisa mengkoordinasikan masalah ini dengan baik,” bebernya.
Oleh karena itu, Zaini mendorong kepada pemerintah untuk dapat menyelesaikan permasalahan SPMB terlebih dahulu sebelum melangkah pada rencana yang besar seperti penerapan e-voting dan e-budgeting pada Satuan Desa atau Kepala Desa.
“Jadi jangan menggadang kegagahan pakai e-voting, e-budgeting dulu, karena urusan SPMB masih belum selesai,” katanya.
Sehingga ia tidak bisa membayangkan bila nantinya pemerintah menerapkan sistem e-voting dalam pemilihan Kepala Desa lantaran pelaksanaan SPMB masih diwarnai dengan kendala down server.(son)
