Selain itu, mereka juga mulai mencabut sejumlah kebijakan perdagangan yang diberlakukan sejak awal April, menyusul pengumuman tarif dagang “resiprokal” oleh Presiden Trump terhadap negara-negara mitra dagang Amerika.
Namun, dalam beberapa minggu terakhir, hubungan kedua negara kembali menegang karena saling menuduh telah melanggar kesepakatan yang sudah dibuat.*
