Spesifikasi Advan X1: Lawan Serius Infinix dan Itel di Kelas Entry Level

Spesifikasi Advan X1
Spesifikasi Advan X1
0 Komentar

Kamera

Lanjut ke pembahasan kamera. Kamera utamanya tertera beresolusi 64 MP, sedangkan kamera tambahan tampaknya hanya gimmick saja, dan ada satu lampu flash. Kamera depannya beresolusi 8 MP dengan model punch hole. Mari kita coba kamera depannya lebih dahulu, untuk melihat kualitas selfie-nya.

Suara shutter-nya khas ponsel kelas Rp1 jutaan—sedikit seperti suara yang tertahan. Tapi untuk kualitas gambarnya, masih cukup oke untuk harga di kisaran tersebut. Antarmuka kamera juga mudah digunakan dan cukup intuitif. Beberapa fitur tersedia, seperti mode Pro, foto grup, dan slow motion—cukup lengkap untuk kelasnya. Sekarang, mari kita coba mode 64 MP-nya. Kami coba memotret dari jarak agak jauh, dan hasilnya muncul watermark “Advan X1”.

Hasil fotonya lumayan untuk harga Rp1 jutaan. Detail masih cukup bagus, meskipun saat diperbesar ada bagian yang tampak sedikit pixelated. Namun, detail seperti area transparan dan pencahayaan sekitar masih terlihat dengan baik.

Baca Juga:7 Rekomendasi Kopi Sachet Enak yang Bikin Produktif, Cocok untuk Semua KalanganMengapa Malaysia Tak Lagi Menarik bagi Pekerja Migran Indonesia? Ini 5 Alasannya

Ini adalah kualitas kamera depan Advan X1 saat merekam video di 1080p 30fps. Beginilah hasilnya saat digunakan untuk merekam sambil berjalan. Untuk skin tone, masih tergolong lumayan di kelas harga Rp1 jutaan. Memang sedikit lebih cerah dari aslinya—seperti efek “putih”—tapi tidak sampai terlihat seperti kamera webcam murahan.

Sayangnya, untuk dynamic range kurang optimal. Langit dan tembok bisa terlihat menyatu, dan fokusnya tidak bisa disentuh secara manual. Kamera lebih fokus ke wajah, sedangkan bagian latar belakang dan rentang dinamisnya kurang baik. Jika digunakan untuk merekam sambil berjalan, ya wajar kalau sedikit goyang. Tapi untuk keperluan media sosial, hasilnya sudah cukup.

Untuk kamera belakang, resolusinya memang tampak tinggi, bahkan bisa merekam hingga 2K. Namun, Kami menduga itu hanya native upscaling, karena hasilnya tidak lebih tajam dibandingkan ponsel Rp3 jutaan dengan resolusi 1080p. Ini mirip seperti di Infinix, di mana klaim 2K itu lebih ke arah peningkatan resolusi secara digital.

Detailnya cukup, tetapi fokusnya agak lambat. Kita perlu menyentuh layar terlebih dahulu agar fokus bekerja. Saat berpindah fokus dari satu objek ke objek lain, kamera butuh waktu untuk menyesuaikan. Autofokusnya tidak berjalan otomatis, dan auto exposure-nya pun terasa lambat—terlihat naik-turun sebelum cahaya menyesuaikan dengan baik.

0 Komentar