Namun justru di sinilah letak kekhawatirannya. Banyak orang khawatir fitur-fitur tersebut akan mudah rusak dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Apakah pemikiran ini aneh? Tidak juga. Kekhawatiran tersebut cukup wajar, apalagi jika melihat beberapa kasus nyata yang pernah terjadi.
Contohnya, pada Wuling Almaz dan MG HS, sistem pengaturan AC dan berbagai pengaturan lainnya disatukan dalam layar sentuh (touchscreen) yang terintegrasi di head unit. Ketika layar mengalami masalah—seperti error, ghost touch, atau bahkan berjamur—seluruh fungsi kontrol menjadi terganggu. Alhasil, kecanggihan teknologi yang seharusnya mempermudah justru bisa berubah menjadi sumber kerepotan.
Kualitas Belum Terbukti
Di sisi lain, meskipun mobil Cina saat ini secara fitur dan kualitas sudah cukup layak untuk dibeli, rekam jejak (track record) mereka di Indonesia masih terbilang singkat. Belum ada mobil Cina yang terbukti mampu mempertahankan nilai dan kualitasnya selama lebih dari 10 tahun seperti yang sudah terbukti pada banyak mobil Jepang.
Baca Juga:Tak Hanya Cantik, 8 Tanaman Hias Ini Bisa Saring Polusi dan Lindungi Keluarga AndaSaingan Infinix Note 50S? Ini Alasan Tecno Pova Curve 5G Layak Dibeli
Berbeda dengan pabrikan Jepang, mobil buatan Jepang meskipun terkesan konvensional, telah terbukti mampu bertahan dalam ujian waktu. Hal ini menjadi pertimbangan penting, terutama bagi konsumen yang konservatif.
Mereka belum dapat membayangkan bagaimana kondisi mobil buatan Cina dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan. Apakah mesinnya masih prima? Apakah suspensinya tetap nyaman? Apakah fitur-fitur elektroniknya masih berfungsi normal? Dan yang tak kalah penting, apakah suku cadangnya masih tersedia?
Berbagai pertanyaan tersebut masih belum memiliki jawaban yang pasti. Ketidakpastian inilah yang membuat banyak orang lebih memilih untuk bermain aman dengan tetap membeli mobil Jepang yang rekam jejaknya sudah terbukti dalam jangka panjang.
Suku Cadang Langka
Selain fitur, bagaimana dengan aspek mesin, transmisi, dan komponen lainnya? Untuk urusan mesin, sebagian besar mobil Cina saat ini sudah cukup baik dan tidak menjadi masalah utama. Namun, yang masih sering dipertanyakan adalah sistem transmisinya—terutama transmisi CVT (Continuously Variable Transmission).
Kalau transmisi manualnya masih tergolong cukup andal, transmisi CVT pada mobil Cina masih menimbulkan kekhawatiran. Padahal, bahkan CVT pada mobil Jepang pun sering dikeluhkan pengguna. Jadi, wajar jika masyarakat meragukan kualitas CVT buatan Cina. Dalam sejumlah kasus, transmisi CVT pada mobil Cina mengalami masalah seperti overheat atau slip gear, bahkan dalam penggunaan normal sekalipun.
