Ini mencerminkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan, kerapian, dan penampilan dalam beribadah, khususnya saat momen penting seperti Idul Adha.
3. Berangkat Salat dengan Berjalan Kaki dan Lewat Jalan yang Berbeda Saat Pulang
Ketika hendak melaksanakan salat Id, Rasulullah SAW lebih memilih untuk berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat, dan saat pulang beliau melalui jalan yang berbeda dari saat berangkat. Ini merupakan sunnah yang memiliki banyak hikmah.
Di antaranya adalah agar lebih banyak orang yang dijumpai untuk memberi salam dan menyebarkan kebahagiaan hari raya, serta sebagai simbol bahwa setiap langkah yang dilakukan untuk ibadah akan mendapatkan pahala.
Baca Juga:7 Manfaat Minum Air Sereh untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang DiketahuiMurah Tapi Gahar! 5 HP 2 Jutaan dengan Layar AMOLED dan Kamera 50MP
Bagi yang mampu, berjalan kaki menuju tempat salat juga bisa menjadi bentuk kesederhanaan dan pengingat akan pentingnya kebersamaan dalam menyambut hari besar.
Jika memang tidak memungkinkan, seperti karena jarak jauh atau kondisi fisik tertentu, maka menggunakan kendaraan tidak mengapa, tetapi tetap disarankan untuk mengambil rute yang berbeda saat pulang.
4. Tidak Makan Sebelum Salat Idul Adha
Salah satu perbedaan mencolok antara Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah soal makan sebelum salat.
Jika pada Idul Fitri dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum salat, maka pada Idul Adha Rasulullah SAW justru menunda makan hingga setelah salat selesai.
Bahkan, lebih utama lagi jika makanan pertama yang dikonsumsi adalah daging kurban.
Makna dari sunnah ini adalah untuk menunjukkan bahwa ibadah dan pengabdian kepada Allah lebih diutamakan daripada kebutuhan jasmani.
Ini juga menjadi bentuk pengharapan bahwa kurban yang dilakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan.
Baca Juga:Cuma 1 Jutaan! Infinix XPAD 20 Hadir dengan RAM 8GB dan Layar 90HzIni Dia 5 Jenis Bunga yang Konon Membawa Rezeki Berlimpah ke Dalam Rumah
5. Menunjukkan Keceriaan dan Menjalin Silaturahmi
Idul Adha juga merupakan hari kebahagiaan dan kegembiraan. Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyambut hari ini dengan wajah ceria, penuh syukur, dan menyebarkan kebahagiaan kepada sesama.
Salah satu bentuknya adalah dengan menjalin silaturahmi, saling berkunjung, saling memberi salam, serta berbagi makanan terutama daging kurban kepada keluarga, tetangga, dan yang membutuhkan.
Mempererat tali silaturahmi di hari raya tidak hanya mendatangkan kebahagiaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
