Di Papua, pembukaan lahan dan deforestasi juga memperparah kondisi. Ketika hutan ditebang, kemampuan alam dalam menyerap karbon menurun, sehingga konsentrasi CO₂ meningkat dan suhu permukaan pun melonjak.
Fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di kawasan pegunungan tinggi lainnya, seperti Himalaya. Gletser di wilayah tersebut juga mencair dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.
Video-video yang menyebarkan isu hujan salju di Indonesia umumnya dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) dan tidak berdasarkan data ilmiah. Konten semacam ini biasanya bersifat spekulatif dan dibuat demi sensasi atau demi mengejar klik dan penonton.
Baca Juga:Ngerjain Ini 30 Menit, Dapat Saldo DANA Gratis Rp350.000 Langsung Masuk Dompet DigitalAplikasi Pinjol Kredit Dana 2025, Benarkah Aman atau Penipuan?
BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi dari media sosial. Selalu periksa sumbernya, dan jangan mudah percaya jika informasi tersebut tidak berasal dari lembaga resmi atau pakar di bidangnya.
Fakta ilmiah menunjukkan bahwa tidak akan ada hujan salju di Indonesia pada tahun 2026. Justru, yang patut menjadi perhatian adalah potensi punahnya salju abadi di Puncak Jayawijaya akibat perubahan iklim.
Isu tentang turunnya salju mungkin terdengar menarik atau bahkan menghibur, tapi yang lebih penting adalah menyadari ancaman nyata dari krisis iklim dan mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan lingkungan.
Mari kita lawan perubahan iklim dengan tindakan nyata: jaga hutan, kurangi emisi, dan edukasi diri agar tidak mudah tertipu hoaks.
