JABAR EKSPRES – Sepeda motor pada dasarnya dirancang untuk mengangkut dua orang, satu pengemudi yang duduk di depan dan satu penumpang di belakang. Demi menjaga keselamatan, sangat tidak disarankan membawa lebih dari satu penumpang. Membonceng lebih dari dua orang dapat mengurangi kestabilan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Agar pengalaman berkendara tetap aman dan nyaman, baik bagi pengemudi maupun penumpang, penting untuk memperhatikan cara naik dan turun dari sepeda motor dengan benar.
“Setiap orang yang berada di atas motor, baik sebagai pengendara maupun penumpang, memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama. Posisi duduk, cara memegang, dan perlengkapan berkendara sangat menentukan,” ujar Ludhy Kusuma selaku Safety Riding Development Section Head, PT Daya Adicipta Motora.
Baca Juga:4 Titik Lokasi Jual Beli Uang Kuno Koin dan Kertas Terbesar di CirebonUang Bersambung (Uncut Banknotes) Jadi Incaran Kolektor Ditawar hingga Rp100 Juta? Ini Lokasi Jual Belinya
Cara Naik Sepeda Motor sebagai Penumpang
Pengemudi naik terlebih dahulu. Ini penting agar pengemudi bisa menjaga kestabilan motor dengan memegang setang kemudi dan memastikan motor tetap tegak.
Pastikan posisi motor berada di tempat aman dan datar. Hindari menaiki motor di tempat miring, di dekat saluran air, atau di tengah lalu lintas padat. Pilih lokasi aman seperti bahu jalan.
Setelah pengemudi siap, penumpang bersiap naik. Pegang pundak atau bahu pengemudi untuk keseimbangan. Pastikan pijakan kaki (footstep) dalam posisi terbuka di kedua sisi.
Naik dengan langkah yang aman. Kaki kiri naik dulu ke footstep, kemudian kaki kanan diayunkan ke belakang motor hingga menapak ke footstep kanan.
Setelah duduk, penumpang perlu memastikan posisi tubuhnya tidak terlalu ke depan (mengganggu pengemudi) atau terlalu ke belakang (membebani bagian belakang motor).
Posisi Tubuh yang Aman Saat Dibonceng
● Tangan: Idealnya memegang pinggang pengemudi, bukan behel belakang. Hal ini membantu penumpang mengikuti pergerakan motor, terutama saat berbelok. Memegang behel bisa membuat bobot tertarik ke belakang dan mengganggu kestabilan saat manuver.
● Lutut: Pastikan lutut menempel pada sisi pengemudi, jangan dibiarkan terbuka. Lutut yang terbuka rentan tersenggol kendaraan lain.
Baca Juga:Peringati HUT ke-74 Koopsud I, Lanud Husein Sastranegara Salurkan Sembako ke Door To DoorJadi Incaran Numismatis, Uang 75 Ribu Rupiah Nomor Seri Cantik Ditawar Rp100 Juta?
● Kaki: Selalu pijakkan kaki pada footstep belakang. Kaki yang menggantung bisa membahayakan, terutama jika tersentuh roda atau rantai motor.
