JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah melakukan pengkajian terkait alokasi dana hibah untuk perbaikan ruang kelas sekolah keagamaan/pesantren tahun 2025.
Hal tersebut dilakukan, karena terjadi kejanggalan di mana ada salah satu kabupaten yang mendapatkan alokasi lebih besar, mencapai ratusan miliar rupiah.
Gubernur Jawa Barat ini menemukan banyak kejanggalan, karena wilayah yang menjadi basis pesantren terbesar di Jawa Barat yaitu Cirebon justru mendapatkan alokasi yang rendah dibandingkan Kabupaten Garut.
Baca Juga:Hadapi Kebijakan Tarif Donald Trump, Indonesia Tingkatkan Impor Komoditas dari ASAZA Luncurkan Sepatu Basket Lokal Terbaru “AZA DBL PLAY”
Melihat usulan dana hibah dari Kabupaten Garut ini cukup besar dan mengelahkan beberapa wilayah lain termasuk Kota Bandung, Dedi merasa kaget.
Kota Bandung sebagai pusat kota wilayah Jawa Barat ini hanya mendapatkan Rp150 juta dan untuk satu pesantren saja.
“Pemerintah provinsi sumber anggaran bukan dari Garut saja kan, dari pendapatan seluruh seluruh daerah di Jabar, distribusi ke bawah harus ada rasa keadilan berdasarkan prioritas pembangunan. Kalau bicara keluhan atau diributkan warga Garut itu jalan, alokasi terus terusan tapi jalannya ancur,” katanya.
Ia berharap alokasi dana hibah untuk perbaikan ruang kelas sekolah keagamaan/pesantren harus dengan lembaga terkait bukan hanya kebijakan dari politisi.
