JABAR EKSPRES – Forum Sukahaji Melawan mengadakan konferensi pers di bekas bangunan yang dibakar di Kampung Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, beberapa waktu lalu. Mereka hendak menyikapi intimidasi segelintir pihak yang mengancam keamanan.
Acara dihadiri puluhan warga, didominasi kaum perempuan, serta para relawan solidaritas yang sejak awal mendampingi mereka. Dalam rilis resmi yang dibacakan, forum menegaskan empat tuntutan tegas kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.
Mereka menuntut dihentikannya kekerasan dan intimidasi yang menimpa warga Sukahaji. Secara tegas pula warga menolak rencana pemagaran lahan sengketa yang kini dipimpin ormas bayaran perusahaan, karena dianggap belum memiliki dasar hukum.
Baca Juga:Antisipasi Wabah Penyakit Serang Ternak, Pemkab Bandung Barat Bentuk Satgas Penanganan PMKLakukan Survei, Reaktivasi Jalur KA Banjar-Pangandaran Butuh Rp3 Triliun?
Tuntutan kedua, Forum Sukahaji Melawan meminta Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menarik seluruh ormas bayaran perusahaan dari lokasi konflik. Warga menilai kehadiran ormas justru memprovokasi dan meningkatkan eskalasi kekerasan setelah kunjungan pejabat daerah.
Padahal ormaslah yang melakukan kekerasan. “Aparat harus bersikap netral dan menegakkan hukum, bukan memihak mereka yang menindas,” bunyi tuntutan keempat.
Sementara itu, Yuriani (33), ibu tiga anak yang menjadi salah satu korban pemukulan dan pelemparan batu, angkat bicara. Kekerasan tidak hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak yang pulang sekolah dan terkena lemparan batu.
