Secara umum, 60% wilayah Indonesia akan mengalami kemarau dengan sifat normal, 26% mengalami kemarau lebih basah, dan 14% wilayah lainnya akan mengalami kemarau lebih kering dari biasanya.
“Durasi kemarau diprediksi lebih pendek dari biasanya di sebagian besar wilayah, meskipun terdapat 26% wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih Panjang, terutama di sebagian Sumatera dan Kalimantan,” ungkap Dwikora.
-Sektor pertanian: Penyesuaian jadwal tanam, pemilihan varietas tahan kering, dan optimalisasi pengelolaan air.
Baca Juga:5 Rekomendasi HP dengan Kamera Setara DSLR, Cocok untuk FotograferViral Link Video Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien saat Pemeriksaan USG
-Sektor kebencanaan: Kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk upaya pembasahan lahan gambut dan pengisian embung air.
-Sektor lingkungan dan kesehatan: Kewaspadaan terhadap penurunan kualitas udara serta dampak suhu tinggi pada kesehatan masyarakat.
-Sektor energi dan air: Pengelolaan efisien terhadap pasokan air demi keberlanjutan PLTA, sistem irigasi, dan kebutuhan air baku masyarakat.
Dwikorita berharap informasi ini dapat dijadikan panduan bagi para pengambil kebijakan di berbagai sektor.
Data cuaca dan iklim terbaru dapat diakses melalui situs resmi BMKG, akun media sosial @infoBMKG, atau aplikasi InfoBMKG.
