Menanti Ujung Sengketa Lahan di Sukahaji

Menanti Ujung Sengketa Lahan di Sukahaji
Menanti Ujung Sengketa Lahan di Sukahaji
0 Komentar

“Tindakan ini sangat melanggar hukum dan melanggar hak-hak warga negara untuk memperoleh tempat tinggal dan penghidupan yang layak,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga selama ini telah hidup secara damai dan menetap di lokasi tersebut selama lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu, ia meminta DPC Ikadin Bandung untuk memberikan bantuan advokasi dan dukungan hukum terhadap warga yang terdampak.

Berdasarkan penuturan kuasa hukum dalam dokumen tersebut, permasalahan lahan bermula dari klaim kepemilikan atas tanah seluas kurang lebih 70.000 meter persegi oleh Junus Jen Suherman dan Juliana Kusnandar.

Baca Juga:Tegas Larang Penarikan Sumbangan Masjid di Jalan, Dedi Mulyadi Terbikan Surat Edaran!Ada Bangunan Semi-Permanen dengan Plang Pemerintah di Trotoar, Wali Kota Bandung Minta Dibongkar!

Mereka mengaku memiliki 83 sertifikat hak milik yang meliputi wilayah tempat warga kini tinggal. Klaim itu telah berlangsung sejak tahun 2010, namun tidak pernah disertai dengan komunikasi terbuka kepada warga maupun bukti kepemilikan yang diperlihatkan secara sah kepada publik.

Bahkan, menurut Fredy, warga telah beberapa kali mengalami tindakan sepihak yang disertai tekanan dari pihak luar. Puncaknya terjadi pada awal 2024 hingga 2025, ketika pengosongan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemagaran akses jalan dan tempat bermain anak-anak.

Kejadian tersebut mengingatkan warga pada peristiwa serupa tahun 2018, ketika kebakaran melanda RW 04 dan menghanguskan lebih dari 100 rumah warga setelah pemasangan plang penguasaan lahan.

“Kami sebagai kuasa hukum warga Kelurahan Sukahaji merasa perlu untuk meminta bantuan advokasi dan dukungan hukum dari DPC Ikadin Bandung,” tutup Fredy dalam surat tertanggal April 2025 itu.

*Anak-anak Dalam Pusaran Sengketa Tanah*

ASAP masih mengepul dari atas puing-puing bangunan yang terbakar di Jalan Terusan Pasirkoja, Gg. Satata Sariksa, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Kamis (10/4) sore. Beberapa warga mulai mengumpulkan sisa-sisa puing kebakaran, beberapa warga yang lain mulai dirundung kekhawatiran.

Di antaranya seorang ibu dua anak, Nendah (32). Ia sibuk mengemasi sejumlah barang-barang berharga. Kebakaran yang terjadi di tengah lahan sengketa itu, dirasanya, munculkan kecemasan. Demi keselamatan anak, dirinya berencana menitipkan anak yang masih menginjak sekolah dasar untuk tinggal sementara di rumah sanak saudara.

“Saya takutnya berdampak pada anak. Mentalnya kan tidak kuat. Nanti mau disuruh untuk tinggal juga di rumah saudara. Baru kalau kondisi di sini sudah adem, tinggal lagi di Sukahaji,” ungkap Nendah kepada Jabar Ekspres, Kamis (10/4) sore.

0 Komentar