Kebanyakan orang tua anggota Bumi Difabel berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pekerjaan mereka pun beragam, dari ibu rumah tangga, buruh pabrik, hingga buruh gosok. Beberapa anak bahkan sudah tidak memiliki orang tua.
“Secara umum di Kota Cimahi, ekonomi mereka menengah ke bawah,” ungkap Linda.
Meski begitu, semangat mereka untuk terus berkegiatan dan saling menguatkan tak pernah padam. Anak-anak difabel umumnya bersekolah di SLB, namun Linda mengaku masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama soal diskriminasi.
Baca Juga:Seorang Warga di Subang Tertimbun Longsor, Sempat Kirim Video Lalu Tak Bisa Dihubungi Pemkot Bogor Gencarkan Penertiban Pengamen Angkot dan Reklame Ilegal, Ini Kata DPRD!
“Dulu juga pernah ada anak difabel yang mengalami pelecehan, itu dari komunitas kita, korbannya,” katanya lirih.
Tak hanya itu, minimnya pemahaman masyarakat terhadap difabel juga masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tidak sedikit warga yang memandang sebelah mata atau bahkan menghindari interaksi dengan mereka.
“Bahkan masyarakat yang belum paham difabel itu seperti apa. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang belum aware terhadap difabel,” tandas Linda. (Mong)
