“Insya Allah semua prosesnya kita mulai di bulan April ini, dan targetnya Mei sudah tuntas,” kata Gus Ipul.
Untuk tahap awal tahun ajaran 2025–2026, pemerintah bakal membuka 53 unit Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Mulai dari Jakarta, Bekasi, Temanggung, Magelang, Bandung, Kalimantan, Aceh, sampai Papua. Lengkap banget kan?
Baca Juga:Jangan Lupa Cek Rekening, Dana KJP Plus Tahap I Tahun 2025 Sudah DicairkanLink Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen Bersama BUMN 2025
Seluruh mekanisme mulai dari penerimaan guru, kurikulum, hingga rekrutmen murid akan ditentukan bareng oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian PUPR.
Bahkan, koordinasi langsung dijadwalkan pada Rabu siang, 9 April 2025.
“Nanti siang kita akan ketemu dengan pihak Kementerian PU sekitar jam 12. Kita juga akan koordinasi dengan Satgas Kurikulum dan Rekrutmen Guru serta Siswa,” ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat ini beda dari sekolah biasa. Konsepnya adalah sekolah asrama (boarding school), dan semua kebutuhan murid dari makan, seragam, tempat tinggal, sampai perlengkapan sekolah akan 100% ditanggung oleh negara.
Presiden Prabowo Subianto sendiri yang menggagas program ini dengan target membangun 200 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Tujuannya? Memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini tertinggal.
Hanya anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan 2 (termiskin) yang akan diprioritaskan.
Selain itu, hanya anak-anak yang tidak terdata di Dapodik alias sudah putus sekolah yang bisa mendaftar.
Baca Juga:Samsung A26 5G Resmi Rilis di Indonesia, ini Spesifikasi dan HarganyaCara Cek Dana PIP 2025, Lengkap dengan Jadwal dan Besaran Pencairannya
Artinya, program ini tidak akan mengambil murid yang sudah bersekolah di tempat lain.
“Kalau mereka nggak terdata di Dapodik, berarti mereka anak-anak yang sudah putus sekolah. Jadi, kita akan mengakomodasi mereka dulu,” ujar Gus Ipul.
