JABAR EKSPRES – Masih banyak orang yang percaya kalau bermain saham dengan modal kecil itu buang-buang waktu. Katanya, kalau nggak punya modal besar, jangan harap bisa jadi kaya dari saham. Bahkan ada yang nyeletuk, “Sampai mati juga kagak bakal kaya!” Tapi, benarkah pernyataan itu?
Di artikel ini, kita akan kupas tuntas pandangan keliru tersebut dan mengapa justru kamu harus mulai investasi saham sekarang juga, meskipun dengan modal kecil.
Apakah saham hanya untuk orang kaya? Dulu, anggapan ini ada benarnya. Sekitar tahun 2000-an hingga awal 2017, untuk membuka rekening saham saja kita butuh dana minimal Rp10 juta. Jumlah yang tentu tidak semua orang mampu, apalagi anak muda yang baru mulai bekerja.
Baca Juga:Harga Emas Terbaru Hari ini Jumat, 11 April 2025 Tembus Rp2 Juta per Gram? Ini Waktu Terbaik untuk Jual atau BeliSolusi Mengatasi Invalid Authenticator Code Ketika Aktivasi Akun MFA ASN Digital di Versi Terbaru
Padahal, waktu adalah faktor paling penting dalam investasi. Makin cepat kamu mulai, makin besar potensi hasilnya di masa depan. Menunda hanya bikin kamu kehilangan waktu emas yang sangat berharga.
Lalu ada pertanyaan berinvestasi itu bisa dimulai dari Rp500.000 saja? Coba bayangkan, kamu punya gaji UMR Jakarta sekitar Rp5 juta. Kalau kamu sisihkan 10%-nya saja, kamu sudah bisa mulai investasi saham dengan Rp500.000 per bulan. Apa mungkin? Sangat mungkin.
Contohnya:
- Saham Bank BRI saat ini ada di kisaran Rp4.770 per lembar. Karena minimum pembelian adalah 1 lot (100 lembar), kamu hanya butuh sekitar Rp477.000 untuk membeli saham ini.
- Saham-saham seperti Astra, Alfamart, Sido Muncul, hingga Mitra Adiperkasa juga bisa kamu beli dengan modal yang sama.
