Pameran Memorabilia Menyulap Kenangan dan Menyulam Tradisi

Pengunjung melihat karya tunggal seniman Nasirun pada pameran seni rupa bertajuk Memorabilia di Orbital Dago, Kota Bandung, Rabu (9/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pengunjung melihat karya tunggal seniman Nasirun pada pameran seni rupa bertajuk Memorabilia di Orbital Dago, Kota Bandung, Rabu (9/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Tak hanya blawong dan stempel. Karya lain seperti Cermin Retak, Gangsing, Uwuh Seni, bahkan Payung dan Peci, jadi bukti bahwa Nasirun tak butuh kanvas untuk melukis. Segala benda bisa jadi perpanjangan tangan ekspresinya.

Kurator pameran, Rifky “Goro” Effendy, menyebut Nasirun sebagai seniman yang menolak melupakan. “Dia menghidupkan kembali yang ditinggal,” katanya dikutip Jabar Ekspres dalam penjelasannya.

Dia lantas menegaskan, pameran ini bukan cuma etalase benda langka. Ia adalah kolase narasi tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana masa lalu terus mempengaruhi rasa sekarang.

Baca Juga:Usai Libur Lebaran, Samsat Kota Banjar Dibanjiri Wajib PajakSolusi Pemerataan Ekonomi, Pemda Bakal Kembangkan Industri Pariwisata di Selatan KBB

Harga karya-karya yang ditampilkan beragam, dari dua hingga tiga puluh juta rupiah, namun nilainya—bagi yang bisa membacanya—melampaui angka. “Dan bukan sekadar estetika, ini adalah tafsir budaya,” pungkasnya.

0 Komentar