JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah mengupayakan langkah mitigasi bencana pergerakan tanah yang terjadi di Jalan Cihanjuang, Gg Ikras 2, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara.
Peristiwa ini mengancam hampir 10 rumah warga, dengan empat di antaranya mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh.
Ketua Komisi 3 DPRD Kota Cimahi, Asep Rukmansyah, yang meninjau langsung lokasi kejadian, memastikan pemerintah akan menanggung biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari bagi warga terdampak hingga solusi jangka panjang ditemukan.
Baca Juga:Pameran Memorabilia Menyulap Kenangan dan Menyulam TradisiUsai Libur Lebaran, Samsat Kota Banjar Dibanjiri Wajib Pajak
“Ada beberapa sistem yang sedang dikaji, salah satunya dengan pemasangan Tembok Penahan Tanah (TPT), baik menggunakan batu maupun beton cor,” jelasnya.
Asep menambahkan bahwa solusi akhir harus melalui kajian mendalam untuk memastikan keamanan warga ke depannya. Oleh karena itu, pihak RT setempat akan mendata warga yang bersedia direlokasi.
“Yang terpenting saat ini adalah evakuasi warga terdampak ke rusunawa yang telah disediakan oleh pemerintah. Selanjutnya, kebutuhan sehari-hari mereka juga akan dijamin oleh Pemerintah Kota Cimahi,” tandas Asep.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan, pihaknya tengah berupaya menyiapkan anggaran khusus untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mendukung langkah mitigasi ini. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pemasangan sistem peringatan dini.
