Satu hal unik yang dilakukan Ratnasari adalah menempelkan kertas bertuliskan ‘Istri Lagi Hamil 5 Bulan’ di tasnya. Hal ini bertujuan untuk memberi isyarat kepada pengendara lain agar lebih berhati-hati.
“Takutnya ada yang nyalip atau ngebut, jadi mereka tahu kalau saya lagi hamil,” ungkapnya sembari tersenyum.
Pasangan ini berangkat dari Cikarang sekitar pukul 07.30 WIB dan sempat beristirahat di posko yang disediakan Pemkot Cimahi.
Baca Juga:Upaya Pemkot Bandung Hadapi Fenomena Urbanisasi Selapas Lebaran 2025Pemkot Cimahi Pastikan Alun-Alun Bersih dari Premanisme, Oknum Nakal Akan Diberi Pembinaan
Sementara itu, Hasbi (28), pemudik asal Bintaro yang hendak menuju Sumedang, juga memilih menggunakan motor karena fleksibilitasnya.
“Setiap mudik saya lebih suka pakai motor, lebih fleksibel aja,” katanya.
Hasbi berangkat dari Bintaro sekitar pukul 08.00 WIB dan singgah sejenak di Posko Alun-alun Cimahi.
“Istirahat dulu, soalnya tadi dari jauh lihat ada posko. Jadi, mampir dulu buat makan,” ujarnya.
Hingga saat ini, arus pemudik yang melintasi Cimahi masih cukup tinggi, terutama pengendara motor. Para pemudik silih berganti keluar masuk posko yang disediakan oleh Dinkes, BPBD, hingga Dishub Cimahi.
Mereka datang untuk sekadar beristirahat, berkonsultasi kesehatan, hingga menanyakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Dengan adanya posko ini, para pemudik merasa terbantu, terutama dalam menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan mudik Lebaran tahun ini. (Mong)
