Kurangi Risiko Banjir, Menteri PU Pastikan Proyek Tanggul Laut Raksasa Dilanjutkan

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (foto/ANTARA)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Untuk mengantisipasi dampak penurunan muka tanah (land subsidence) dan mengurangi risiko banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pastikan proyek pembangunan tanggul raksasa di pesisir utara Jawa akan dilanjutkan.

Menurut Menteri PU mega proyek tersebut sangat penting untuk dilakukan.

“Kami telah menyelesaikan pembangunan tanggul pengaman pantai utara Jakarta Tahap A sepanjang 12,66 km. Pada tahun 2020, pembangunan dilanjutkan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan panjang tambahan mencapai 33,54 km,” ujar Dody dikutip dari ANTARA, Kamis (20/3).

Dodi mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian terkait pembiayaan dan studi kelayakan (feasisbility study) dengan mempertimbangkan apakah desain tanggul akan mengacu pada Integrated Flood Safety Plant Giant Sea Wall Tahap B Jakarta yang disiapkan Kementerian PU pada tauun 2020 atau menggunakan Masterplan tahun 2016 dari Kementerian PPN/Bappenas.

Baca Juga:Operasi Ketupat Dimulai 20 Maret, Polres Cimahi Kerahkan 700 Personil GabunganKerahkan 24.900 Lebih Personel Gabungan, Polda Jabar Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025!

Tidak hanya di Jakarta saja, tanggu laut juga akan dibangung di Jawa Tengah secara terintegrasi dengan pembangunan Tol Semarang-Demak dan Tol Semarang Harbour.

“Pengendalian banjir harus diimbangi dengan penyediaan air bersih agar masyarakat tidak lagi menggunakan air tanah untuk mencegah penurunan muka tanah yang menjadi salah satu penyebab utama kerentanan banjir di Jakarta,” ujar dia.

Pemerintah juga memasukan proyek tanggul laut raksasa sebagai Program Strategis Nasional (PSN) tahun 2025.

0 Komentar