Sufmi Dasco Bantah Isu Sri Mulyani Mundur Penyebab IHSG Anjlok

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (foto Instagram @sufmi_dasco)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (foto Instagram @sufmi_dasco)
0 Komentar

JABAR EKSRES – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan bahwa penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terkait dengan spekulasi mundurnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dari Kabinet Merah Putih.

Dasco menegaskan bahwa Sri Mulyani tidak akan mundur dan meneguhkan kekuatan fiskal Indonesia.

“Sri Mulyani tidak akan mundur. Fisikal kita kuat,” ujar Dasco dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta baru-baru ini.

Baca Juga:Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Hanya Sekali, Dedi Mulyadi Minta Warga Tak Sia-siakan Kesempatan Ini!Kedudukan dan Implikasi Surat Edaran Mendagri soal Efisiensi Anggaran Jadi Perhatian 

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham atau melakukan trading halt mulai pukul 11:19:31 WIB, setelah IHSG turun lebih dari 5%.

Keputusan tersebut mengacu pada ketentuan yang berlaku, di mana perdagangan kembali dilanjutkan pada pukul 11:49:31 WIB tanpa perubahan jadwal. Pembekuan perdagangan ini berlangsung selama 30 menit.

Berdasarkan laporan BEI, pada sesi pertama perdagangan, hanya 64 saham yang mencatatkan kenaikan, sementara mayoritas saham lainnya mengalami penurunan atau stagnasi.

Pada sesi pertama, IHSG turun 395,87 poin atau 6,12% ke posisi 6.076,08. Sedangkan, indeks saham unggulan LQ45 juga turun 38,27 poin atau 5,25% ke posisi 691,08. Sementara itu, indeks LQ45 sempat mengalami kenaikan tipis 0,09% pada awal perdagangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar saham.

“Kami tengah menyiapkan beberapa kebijakan yang akan segera diumumkan. Insya Allah, besok kami akan memaparkan langkah-langkah yang akan diambil dalam konferensi pers,” ujar Inarno.

Ia juga menyampaikan bahwa OJK dan BEI telah merumuskan kebijakan untuk mengatasi volatilitas pasar saham, termasuk penundaan implementasi short selling.

Baca Juga:Intensifkan Penertiban Perumahan, Pemkab Sumedang Akan Mintai Keterangan SBG dan Bumi Pasir Nanjung IndahAsosiasi Chef Indonesia Bagikan 1.000 Porsi Nasi Kebuli dan Bryni di Gerlong

Kebijakan tersebut diambil setelah adanya dialog dengan pelaku pasar dan mempertimbangkan kondisi IHSG yang terus tertekan. Kebijakan lain yang sedang dipertimbangkan adalah buyback saham tanpa harus melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meredam gejolak pasar dan memberikan rasa aman bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

0 Komentar