Kabupaten Bandung Dilanda Banjir dan Longsor, 10 Kecamatan Terdampak

Warga melintasi genangan air banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (16/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Warga melintasi genangan air banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (16/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Sedangkan untuk di Desa Cangkuang Wetan yang mengungsi sebanyak 13 KK atau 42 jiwa yang berada di Gedung RW 1 Cibedug Hilir.

“Ada juga yang dikontrakan mengungsi sekitar 12 KK,” sambungnya.

Sedangkan untuk di Kecamatan Rancaekek, banjir merendam Kampung Babakan, Desa Nanjung Mekar dan Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang.

“Di Rancaekek ada sekitar 176 jiwa dan puluhan rumah warga terendam akibat meluapnya sungai Citarik,” tuturnya.

Baca Juga:DPD P3RSI ( Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia ) Jawa Barat Periode 2025-2028 Resmi DilantikSungai Cimande Kembali Merendam 4 Desa di Cimanggung Sumedang, Warga: Tak Butuh Perhatian Pemerintah, Tapi Solusi Nyata

Sementar itu di Kecamatan Margaasih, Kampung Rancamalang terkena dampak akibat jebolnya benteng pembatas irigasi.

“Disana banjir akibat jebolnya benteng pembatas irigasi yang menyebabkan satu dinding rumah milik seorang warga jebol,” pungkasnya.

Longsor Juga Landa 6 Kecamatan.

Tak hanya banjir, BPBD Kabupaten Bandung juga mencatat ada enam Kecamatan di Kabupaten Bandung yang mengalami bencana longsor akibat hujan deras yang mengguyur.

Enam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pangalengan, Kecamatan Ciwidey, Kecamatan Cimenyan, Kecamatan Cilengkrang, Kecamatan Rancabali dan Kecamatan Kertasari.

“Ada enam kecamatan yang terkena longsor juga,” ungkapnya.

Menurutnya di Kecamatan Pangalengan ada tiga kejadian longsor pertama di Desa Warnasari yang menghantam rumah salah satu milik warga bernama Dadang dengan material tanah setinggi 5 meter dan lebar 7 meter.

“Kemudian di Desa Margamulya itu longsoran menghantam dinding sebuah pesantren mengakibatkan dinding pesantren Al-Taslim dengan ukuran 6×3 meter roboh. Dan satu lagi di Desa Margamulya akibat tanah penyangga yang berada di ketinggian amblas dan menimpa rumah warga,” kata uka.

Sedangkan di Kecamatan Ciwidey, akibat hujan deras menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk di Kampung Batu Lulumpang RT 02 RW 11.

Baca Juga:Petugas Patwal yang Viral di Jalur Puncak Diberhentikan Sementara dari TugasPemerintah Didesak Tindak Pelaku Pelarangan Ibadah Jemaat UNAI

Adapun di Kecamatan Cilengkrang longsor terjadi di Kampung Prabonan RT 4 RW 5, Desa Ciporeat, Kecamatan Cilengkrang yang mengakibatkan akses warga terganggu.

Lanjut Uka, di Kecamatan Rancabali, longsor juga terjadi di Desa Cipelah tepatnya di Kampung Cimanglid dan Kampung Ciherang hingga membuat jebol dinding rumah milik warga akibat terkena material longsor.

Sementara di Kecamatan Cimenyan longsor juga terjadi ada di Desa Mekarmanik tepatnya di enam kampung.

“Pertama TPT ambruk akibat hujan deras namun tidak mengenai bangunan lain hanya menutup akses warga tepatnya di Kampung Pondok Buah Batu. Kemudian di Kampung Pamoyanan RT 05 RW 02 dan RT 03 RW 01, Kampung Cikored RT 04 RW 05, Kampung Sentakdulang RT 01 RW 12, Kampung Tareptep RT 02 RW 06, dan Kampung Pondok RW 07,14, dan 08,” ungkapnya.

0 Komentar