JABAR EKSPRES – Belakangan ini, media sosial viral yang dihebohkan dengan kabar bahwa semburan Lumpur Lapindo di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, telah berhenti.
Informasi ini sontak menarik perhatian banyak orang. Tapi, apakah benar demikian?
Fenomena ini berasal dari Sumur Banjarpanji 1 yang merupakan bagian dari eksplorasi gas Blok Brantas milik PT Lapindo Brantas di Desa Reno Kenongo, Kecamatan Porong.
Namun, berdasarkan pengakuan warga sekitar, lumpur masih tetap menyembur.
Baca Juga:Jabar Ditarget Punya 30 Sekolah Rakyat, Gubernur Dedi Mulyadi Dukung Penuh7 Akun FF Sultan Terbaru Paling Mahal di Bulan Maret 2025, Login Sekarang!
Salah satu warga yang ikut menelusuri kabar ini adalah Sastro (42), mantan penduduk Desa Jatirejo.
“Berita ini mulai viral di media sosial sekitar seminggu yang lalu. Saya juga penasaran dan mencoba mencari tahu. Keesokan paginya, saya langsung mengecek ke tanggul penahan lumpur, dan faktanya semburan masih terlihat,” ujar Sastro.
Menanggapi isu ini, pakar Geologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Dr Ir Amien Widodo MSi, memberikan penjelasan terkait kemungkinan lumpur Lapindo berhenti menyembur.
Menurut Prof Amien, salah satu faktor utama yang bisa menyebabkan semburan lumpur berhenti adalah habisnya gas di bawah permukaan tanah.
“Jika gas yang mendorong lumpur ke atas sudah habis, maka lama-kelamaan semburan akan berhenti dengan sendirinya. Bisa juga tekanan gasnya melemah sehingga tidak cukup kuat lagi untuk mendorong lumpur ke atas,” jelasnya, Kamis (13/3/2025).
Meski begitu, Prof Amien belum bisa memastikan apakah ini kabar baik atau justru sebaliknya.
Jadi, meskipun sempat beredar kabar bahwa semburan Lumpur Lapindo telah berhenti, faktanya masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
