Inilah hukuman bagi orang yang enggan mengeluarkan zakat maal, begitu mengerikan, ia akan disiksa dengan harta zakatnya sendiri.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan dibuatkan untuknya lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan dipanaskan lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia mengetahui tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka.” (HR. Muslim, no. 987)
Baca Juga:Kenapa Harus Khatam Quran di Bulan Ramadhan? Ternyata Banyak KeutamaannyaMasih Ada Kesempatan, Ini Jadwal dan Cara Tukar Uang Baru 2025 Untuk Periode 3 dan 4
Empat langkah membayar zakat maal, yaitu:
Melihat apakah harta sudah mencapai nishab (kadar minimal suatu harta kena zakat).
Nishab emas adalah 85 gram, nishab perak adalah 595 gram, nishab mata uang dan stok barang dagangan adalah 6,5 juta rupiah (antara nishab emas atau perak, manakah yang tercapai terlebih dahulu).
– Melihat harta tersebut apakah sudah bertahan selama haul (satu tahun hijriyah).
– Menghitung total harta/ stok barang dagangan dengan harga jual.
– Menghitung besar zakat yaitu 2,5% atau dibagi 40 dari total harta.
4. Membahagiakan orang lain dengan hadiah (parsel dan bingkisan lebaran)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَصَافَحُوْا يَذْهَبُ الغِلُّ ، وتَهَادَوْا تَحَابُّوا ، وَتَذْهَبُ الشَحْنَاءُ
“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 2/ 908/ 16. Syaikh Al-Albani menukilkan pernyataan dari Ibnu ‘Abdil Barr bahwa hadits ini bersambung dari beberapa jalur yang berbeda, semuanya hasan)
5. Membahagiakan orang miskin (misalnya: memberi makan berbuka puasa, memberikan bingkisan lebaran)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
السَّاعِى عَلَى اْلأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ –وَأَحْسِبُهُ قَالَ-: وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ.
Baca Juga:Ramadhan Anti Bosan, Ikut Link Tes Ujian Anti Gabut Maret 2025 Bikin Puasa Makin SeruPenipuan Aplikasi WPONE terungkap, Ternyata Hadiah Mobil Bermasalah
“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.” (HR. Muslim no. 2982).
