Pratikno Harapkan Modifikasi Cuaca Kurangi Banjir Bekasi, Pemompaan Air Dipercepat

Pemerintah modifikasi cuaca atasi banjir Bekasi/Foto:Dok Antara/
Pemerintah modifikasi cuaca atasi banjir Bekasi/Foto:Dok Antara/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, berharap bahwa operasi modifikasi cuaca dapat membantu mengurangi curah hujan berlebihan yang menyebabkan banjir di Bekasi, Jawa Barat.

Pratikno menjelaskan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menambah pesawat untuk modifikasi cuaca, dengan tujuan mengurangi hujan yang turun di daratan dengan cara menurunkan mendung di laut.

“Untuk mengurangi curah hujan yang berlebihan, BNPB melakukan tambahan pesawat untuk modifikasi cuaca, semalam penuh ada penambahan untuk operasi ini,” ujar Pratikno di Jakarta, Rabu (5/3).

Baca Juga:Jeje Tinjau Pasar Padalarang, Harga dan Stok Bahan Pokok Relatif StabilBPBD Jabar Terus Bantu Penanganan Banjir Bekasi, 52 Ribu Jiwa Terdampak

Dia menyebutkan bahwa kondisi cuaca di Bekasi pada Rabu sudah lebih baik.

“Hari ini sudah mulai jauh lebih baik. Kami terus memonitor, termasuk kondisi di Bekasi yang sudah jauh lebih baik,” katanya.

Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan karena prakiraan curah hujan di Jabodetabek masih tinggi dalam 10 hari ke depan.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan pompa-pompa air untuk mempercepat proses surutnya banjir yang menggenangi sejumlah wilayah.

“Tadi malam, pompa-pompa air dikerahkan untuk mempercepat genangan-genangan air surut di Kota Bekasi,” tambahnya.

Selain upaya modifikasi cuaca dan pemompaan air, pemerintah juga terus melaksanakan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

Kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan lainnya juga disalurkan kepada masyarakat di pengungsian maupun di luar pengungsian.

Baca Juga:Presiden Prabowo Akan Umumkan Kepastian THR ASN, Sri Mulyani Tegaskan Gaji ke-13 dan 14 Tetap CairAncaman Bencana Hidrometeorologi, Galian Jalan dan Saluran Air di Cimahi Picu Pohon Tumbang

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Barat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, tujuh kecamatan di Kota Bekasi terendam banjir, yakni Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu.

Banjir yang melanda Bekasi disebabkan oleh curah hujan ekstrem sejak Senin (3/3) yang menyebabkan sungai-sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga serta beberapa fasilitas umum.

Hingga 4 Maret 2025, banjir masih belum surut, dan beberapa wilayah juga mengalami pemadaman listrik.

Pihak berwenang terus melakukan evakuasi warga serta mendata korban dan fasilitas umum yang terdampak akibat bencana ini.

0 Komentar