JABAR EKSPRES – Para seniman di Jawa Barat menyambut positif kepemimpinan Gubernur mereka yang dikenal sebagai budayawan. Bagi mereka, ini bukan sekadar sosok pejabat, melainkan seseorang yang benar-benar memahami dan mencintai seni serta tradisi daerahnya.
Sejak lama, Dedi Mulyadi memang dikenal sebagai figur yang dekat dengan kebudayaan Sunda. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia membangun Purwakarta dengan pendekatan kebudayaan yang kuat. Ruang-ruang publik dihiasi ornamen seni tradisi, sekolah-sekolah didorong untuk mengenalkan kembali kesenian daerah, dan kebijakan pemerintahannya banyak mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
Salah seorang pimpinan sanggar tari di Bandung, Mpap Gondo, menyebut Dedi sebagai pemimpin yang telah membuktikan komitmennya terhadap pelestarian seni budaya di Jawa Barat.

Baca Juga:Viral Aksi Pria di Bandung Barat Bak Koboi, Ketuk Kaca Mobil Pakai PistolProgram MBG di Jatinangor Sumedang Jadi Sorotan, Ada Makanan yang Berbau
“Pak Dedi sudah berbicara mi indung ka waktu, mi bapa ka zaman (mengikuti ibu kepada waktu, mengikuti ayah kepada zaman). Artinya, seni sekarang harus ikut maju. Sekalipun tergeser oleh era digital, tetap harus ada dan menyesuaikan diri,” ujarnya.
Dedi memang kerap menggaungkan pentingnya menjaga budaya tanpa terjebak dalam romantisme masa lalu. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa kebudayaan harus berkembang, tidak sekadar dipertahankan dalam bentuk yang statis.
