Cerita Perjalanan Sritex dari Masa Kejayaan Sampai Mengalami Kebangkrutan!

Sritex adalah perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. Dalam sepak terjangnya, industri ini telah mengalami masa kejayaan dalam dunia tekstil
Sritex adalah perusahaan tekstil terbesar di Indonesia. Dalam sepak terjangnya, industri ini telah mengalami masa kejayaan dalam dunia tekstil
0 Komentar

Selain itu BCA, Bank QNB Indonesia, Citibank Indonesia, Bank BJB dan Mizuho Indonesia tercatat menggelontorkan pinjaman kepada Sritex dengan masing-masing senilai lebih dari US$ 30 juta.

Selain itu, perusahaan ini juga memiliki pinjaman pada 19 bank swasta luar negeri sehingga perusahaan ini akhirnya mengalami kesulitan pembayaran utang yang membengkak.

Tercatat pada 2024, utang usaha yang jatuh tempo sebesar US$ 31,67 juta dan mengalami kenaikan US$ 8,7 juta. Utang  Jangka pendek 30 hari naik US$ 630.000.

Baca Juga:Rekomendasi iPhone yang Harga Sudah Terjun Bebas!Mobil Listrik NETA Kini Hadir di Bandung, Harga Paling Bersaing!

Selain itu, utang jangka pendek dengan waktu 31-90 hari naik US$ 1,2 juta dan 91-180 hari naik US$ 468.000.

Upaya perusahaan ini untuk mengajukan penangguhan utang melalui rekstrukturisasi surat utang jangka pendek (MTN). Namun, upaya ini tidak berhasil karena perusahaan mengalami permasalahan pada kas.

Kondisi ini memaksakan perusahaan ini melakukan efesiensi dengan melakukan pemangkasan terhadap 2.232 karyawan yang awalnya 16.370 karyawan menjadi 14.138 karyawan pada 2022. (yan).

0 Komentar