JABAR EKSPRES – Suasana pelantikan kepala daerah di Jakarta, Kamis (20/2/2025), diwarnai oleh derai air mata yang tak terbendung. Di antara sorak sorai pelantikan serentak kepala daerah, ada satu sosok yang menarik perhatian, Gitta Griselda Jamil, istri almarhum Yana D Putra, Wakil Bupati Ciamis terpilih yang tutup usia sebelum sempat menginjakkan kaki di kursi jabatan.
Dengan balutan blazer berwarna putih, ia hadir di tengah uforia, mengantarkan kenangan tentang sang suami sekaligus merangkul harapan baru.
Herdiat Sunarya, Bupati Ciamis yang dilantik hari ini, tak luput dari sorotan. Di puncak momen kemenangannya, ia memilih untuk mengajak Gitta—perempuan yang seharusnya berdiri di samping wakilnya—untuk turut merasakan kebahagiaan ini.
Baca Juga:Pelantikan Kepala Daerah, Pramono Anung Tegaskan Tak Ingin DibedakanPresiden Prabowo Terbitkan Inpres untuk Integrasi Data Sosial dan Ekonomi Nasional
“Takdir memang tak bisa dielak. Tapi di balik duka, ada ruang untuk menghormati perjuangan mereka yang telah pergi,” ujar Yosep Trisna, Ketua IJTI Galuh Raya, suaranya bergetar.
Gitta, dengan senyum yang tertahan, mengakui betapa berat langkahnya menapaki Jakarta tanpa kehadiran Yana. Namun, di tengah kepedihan, ia merasakan kehangatan ketika Herdiat dan sang istri, Kania Ernawati, menyambutnya dengan pelukan erat. Momen itu terekam kamera Diskominfo Ciamis, tiga sosok yang terhubung oleh duka, namun bersatu dalam semangat melanjutkan estafet kepemimpinan.
Foto tersebut pun menjadi simbol resonansi empati. Herdiat berdiri tegap di antara dua perempuan—Kania di sebelah kirinyanya, Gitta di kanan—seakan ingin mengatakan bahwa kursi Wakil Bupati yang kosong itu tetap diisi oleh semangat kolaborasi.
Sementara pelukan Kania kepada Gitta bukan sekadar gestur formal, melainkan sebuah ikrar, bahwa duka Yana adalah duka bersama, dan perjuangannya tak akan pernah sirna.
“Pelantikan itu bukan akhir, tapi awal dari cerita baru. Kondisi ini memastikan bahwa setiap tetes keringat almarhum tidak akan menguap sia-sia,” tambah Yosep Trisna.
Di luar protokoler resmi, menurut Yosep, acara ini mengajarkan satu hal, bahwa dalam politik, ada ruang untuk air mata, pelukan, dan ingatan yang abadi. Gitta mungkin pulang dengan hati yang masih perih, tapi ia membawa pulang sesuatu yang lebih berharga. Keyakinan bahwa nama Yana D Putra akan tetap hidup, bukan hanya di nisan, tetapi juga dalam setiap langkah pembangunan Ciamis ke depan. (CEP)
