“Kasihan anak-anak,” lanjut Dewi, “Kalau belajar di sana, mereka harus memakai masker. Apalagi kondisi seperti itu (tumpukan sampah, red) pernah sampai ada tikus dan belatung yang ganggu kegiatan mengajar.”
Akan tetapi, senyum berseri masih terpancar di wajah anak-anak PAUD Strawberry sejak pagi. Meski saat ini kegiatan belajar tidak lebih dari lima hari, kebahagiaan akan pendidikan dan bermain dengan teman sebaya, rasanya, mampu sebagai penawar mereka di tengah masalah sampah.
“Kami juga tidak sabar untuk kembali ke ruang kelas semula. Namun, tentu dengan keadaan sudah bersih. Kan memang sekolah kami di sana. Kondisi harus baik, karena anak-anak biar selamat juga,” pungkasnya.
