Langkah tersebut termasuk meminta maaf secara terbuka kepada Kyai Haji AW dan mengevaluasi sistem pelayanan kesehatan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kota Bogor,” tegas Anggi.
Dukungan Pengawalan Kasus
Kasus ini juga mendapat perhatian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Bogor serta Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU).
Baca Juga:Respons PHRI Bandung Barat Soal Wacana Larangan Study TourLahan Pembuangan Sampah di TPAS Sarimukti Kritis, Proyek Perluasan Dikebut
Abdul Rozak dari LBH Ansor menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh suami dokter gigi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia.
“Tindakan intimidasi dan kekerasan ini jelas mencoreng nama baik Wali Kota terpilih, mengingat pelaku mengaku sebagai orang dekat Wali Kota. Padahal, seorang pemuka agama seperti Kyai Haji AW seharusnya dirangkul, bukan justru mengalami perlakuan tidak menyenangkan,” ucap dia.
Dirinya juga memastikan bahwa LBH Ansor bersama organisasi mahasiswa Islam di Bogor akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. (YUD)
