Mengenang Pramoedya di Halte Landraad: Tari, Mesin Tik, dan Kesetiaan

Seniman tari melakukan aksi pertunjukan jalan untuk memperingati 100 tahun Pramoedya Ananta Toer di Halte Landraad, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jum'at (14/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Seniman tari melakukan aksi pertunjukan jalan untuk memperingati 100 tahun Pramoedya Ananta Toer di Halte Landraad, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Jum'at (14/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Angel berperan sebagai istri Pram. Puisi tadi juga tentang kesetiaan dan kegelisahan sosok perempuan. Beliau dengan tabah dan penuh kecintaan, tetap setia,” lanjutnya.

Komunitas Mataholang berharap aksi ini tak sekadar mengenang Pramoedya sebagai sosok sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat dan keberaniannya dalam mengungkapkan ide-ide.

“Kami ingin mengenalkan kembali Pram dan mengenalkan kembali spirit pengorbanan, keberanian, dan ketegasan dalam menyampaikan pemikiran. Itu yang hendak disampaikan kepada masyarakat,” pungkas Gatot.

Baca Juga:Target Tanam Padi di Bandung Barat Tak Tercapai, Ini Penyebabnya!Surya Paloh Tak Hadiri Undangan Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa

Di tengah deru kendaraan yang melintas dan langkah-langkah tergesa para pejalan kaki, pertunjukan ini menjadi pengingat bahwa kisah dan perjuangan Pram tak boleh hanya menjadi catatan sejarah. Ia harus terus hidup, dalam kata, dalam tari, dalam setiap perlawanan terhadap ketidakadilan.

0 Komentar