Pasokan Gas Elpiji 3 Kilogram Belum Merata di Kabupaten Bandung, Warung Eceran Keberatan Jadi Sub-Pangkalan

Ilustrasi tumpukan tabung LPG 3 kg di pengecer. (Dok. Jabar Ekspres)
Ilustrasi tumpukan tabung LPG 3 kg di pengecer. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Jabar Ekspres – Suplai gas elpiji ukuran 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan sebutan gas melon di Kabupaten Bandung, masih belum merata.

Beberapa warung kelontong di daerah tersebut mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan pasokan gas tersebut.

Meskipun Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar warung kelontong kembali diperbolehkan menjual gas elpiji ukuran 3 kilogram secara eceran.

Baca Juga:Ngaku Prajurit, Oknum TNI Gadungan Dikepung Warga di Cibeureum CimahiKecelakaan di Jalur Punclut Tinggi, Warga Minta PUTR KBB Tambah Jaring Penyelamat

“Sebenarnya kemarin saya dapet dari pangkalan, cuman dikasih 7 tabung, biasanya saya dapet 12 tabung atau 15 tabung,” ujarnya saat ditemui, Rabu (5/2/2025).

Menurutnya, pasokan yang ada hanya diperuntukkan untuk warga di kampungnya lantaran banyak warga yang menanyakan terkait langkanya gas melon tersebut.

“Ini baru laku 4, masih sisa 3 tabung lagi, saya memang masih prioritaskan untuk jual di kampung sini aja,” kata Iwan.

Memet mengaku jika dirinya masih menjual gas dengan harga Rp 23.000 lantaran sesuai dengan harga beli di pangkalan sekitar Rp 19.000 per tabung.

Dirinya pun masih belum mendapatkan informasi resmi terkait harga jual, sehingga terpaksa menjual dengan harga yang biasanya.

“Jangan mepet lah intinya keluarin aturannya. Kalau bisa sebelum puasa lebih bagus,” ungkapnya.

0 Komentar