“Dengan adanya dukungan anggaran yang lebih baik, diharapkan berbagai program dan kegiatan kepariwisataan yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Dampak dari minimnya anggaran ini tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh masyarakat lokal yang bergantung pada sektor pariwisata.
Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam industri pariwisata, seperti pedagang makanan, pengrajin, dan penyedia jasa akomodasi, yang merasakan dampak langsung dari kurangnya kegiatan pariwisata.
Baca Juga:Paripurna Penetapan Bupati-Wakil Bupati Bogor Terpilih, Ketua DPRD Minta Tim Transisi Segera DibentukWarga Kecewa Jalan di Alun-alun Cimahi Rusak, Padahal Baru Direvitalisasi
“Sebagai contoh, sebuah warung makan yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan saat ada acara festival, kini sepi pengunjung akibat minimnya kegiatan promosi dan event yang dilaksanakan. Hal ini tentu berdampak pada pendapatan mereka dan bisa berujung pada penutupan usaha,” jelasnya.
Dedi Suardi juga mengungkapkan harapan terhadap rencana pengembangan Citanduy Waterway, yang diharapkan dapat mendongkrak postur anggaran pariwisata. Proyek ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Citanduy Waterway, yang merupakan rencana pengembangan jalur wisata berbasis sungai, dapat menjadi daya tarik tersendiri dengan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, seperti wisata perahu, pemancingan, dan eksplorasi keindahan alam sekitar. Namun, untuk mewujudkan rencana ini, dukungan anggaran yang memadai sangatlah penting. (CEP)
