“Kalau pada hari libur itu kecelakaan rem blong bisa terjadi 15 sampai 20 kejadian. Tapi tidak dititik ini aja, ada tiga, yang di atas sini sama bawah,” katanya.
Ia sempat mengajukan pembuatan gawang darurat di tiga titik rawan Kecelakaan. Namun, baru satu titik yang direspon pemerintah KBB, Dinas PUTR, bahkan itu pun setelah adanya pelajar yang menjadi korban meninggal dunia.
“Oleh karena itu, saya mengajukan tiga. Untuk di atas, di sini, dan di bawah,” tandasnya. (Wit)
