Ia menyatakan, kinerja KPU Ciamis luar biasa, dan ide menjadikan wisata sebagai bagian dari evaluasi ini patut dicontoh.
“Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk media, KPU Ciamis berhasil menciptakan sinergi yang menguntungkan bagi semua. Ini adalah contoh bagaimana kolaborasi antara institusi pemerintahan dan media dapat menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” ucap Ebo, sapaan akrab Hendra Sukmana.
Pegiat Sakola Motekar, Deni, juga memberikan pandangannya tentang kegiatan ini. Ia menambahkan filosofi Sunda ‘Kudu Ulin’, yang berarti setelah bekerja keras dalam Pemilu, kini saatnya bersantai dan menikmati keindahan daerah sendiri.
Baca Juga:FK3I Jabar Tantang Gubernur Terpilih Tegakkan Aturan Lingkungan dan Selesaikan Masalah Tata Ruang KBUAkademisi Dukung Pengurangan Hibah Bansos di Kabupaten Ciamis
“Filosofi ini sangat relevan dalam konteks evaluasi pemilu, di mana setelah menjalani proses yang panjang dan melelahkan, penting untuk memberikan ruang bagi relaksasi dan refleksi. Dengan mengadopsi pendekatan ini, KPU Ciamis tidak hanya mempererat hubungan dengan media, tetapi juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara kerja keras dan menikmati hasil kerja tersebut,” kata Deni.
Ia menambahkan, langkah unik KPU Ciamis ini menunjukkan bahwa membangun daerah bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mencintai dan mempromosikan potensi lokal sendiri.
Dalam era globalisasi ini, di mana banyak daerah berlomba-lomba untuk menarik perhatian wisatawan dari luar, KPU Ciamis memilih untuk menyoroti keindahan dan kekayaan yang ada di dalam daerahnya sendiri.
“Ini adalah pendekatan yang sangat bijaksana, mengingat bahwa keberlanjutan ekonomi lokal sangat bergantung pada bagaimana masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya memanfaatkan sumber daya yang ada,” katanya.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, tantangan dapat diubah menjadi peluang yang menguntungkan bagi semua pihak.
“Ke depan, diharapkan lebih banyak institusi yang mengikuti jejak KPU Ciamis dalam mengembangkan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas evaluasi dan mempromosikan potensi lokal demi kemajuan daerah,” katanya. (CEP)
