Tentunya banyak ayat-ayat Al Quran maupun uraian Hadis yang menyatakan tentang keistimewaan ibadah puasa dibanding amal ibadah lain, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam salah satu Hadisnya:
كل حسنة بعشر امثالها الى سبعماءة ضعف الا الصيام فانه لي وانا اجزي به (رواه البخاري و مسلم)
Setiap kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat kecuali puasa, karena puasa untukku dan Aku sendiri yang akan membalasnya
Dan beliau juga bersabda:
لكل شيء باب وباب العبادة الصوم) رواه ابن المبارك
Setiap sesuatu ada pintunya, dan pintu ibadah adalah puasa
Hadirin, jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah,
Puasa dengan segala keistimewaann dan hikmah yang terkandung di dalamnya tentu bukanlah sekedar perbuatan menahan makan, minum dan hubungan badan seseorang dari pagi hingga petang, akan tetapi puasa pada hakikatnya adalah ibadah yang memandu manusia untuk melatih dirinya menahan dan mengelola hawa nafsu syahawatnya agar ia terarah sesuai dengan fitrah kemanusiaannya. Jika dalam ibadah puasa manusia dilatih menahan amarah, dengan itu ia diharapkan mampu mengelola gejolak emosinya.
Baca Juga:Seminggu Cair Rp1,7 Juta Saldo DANA Gratis, Cuma Main Game iniRekomendasi Drakor Tayang Februari 2025, Ada Ji Soo BLACKPINK, Park Bo Young, Park Hyun Sik Hingga Hyeri
Jika puasa melatih mengasah empati dan kepedulian, dengan itu manusia diharapkan mampu berbagi keni’matan kepada sesama. Jika dalam puasa hal-hal yang mubah diharamkan, dengan itu agar manusia mampu menahan diri dari godaan dan rayuan yang sering menghanyutkan nafsunya.
Bagi seorang aparatur negara dan birokrat misalnya, selain memenuhi syarat dan rukunnya, sesungguhnya hakikat puasanya adalah kesungguhan dan kemampuan dirinya berpuasa dari godaan KKN, berpuasa dari prilaku suap dan jual beli jabatan, berpuasa dari gaya hidup yang boros dan hedonis serta segala kelakuan yang negatif. Keberhasilan ibadah puasa seorang birokrat tercermin dari pribadi unggul yang memiliki integritas, kinerja yang produktif, pelayanan yang prima, tanggungjawab mengemban tugas dan prilakau lain yang luhur.
Untuk itu, marilah kita naikkan derajat ibadah puasa kita dari rutinitas ritual yang kering makna menjadi ibadah substansial yang memenuhi maqashid syariahnya agar kita mampu memperoleh rahasia keagungan dan hikmahnya.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Faktor penting lain dari keagungan Ramadlan adalah terpilihnya bulan ini sebagai turunnya kitab suci Al Quran Al Karim. Allah SWT berfirman:
