Apalagi, saat libur panjang Isra Miraj dan Hari Raya Imlek. Yusup menyatakan, pasokan gas di tempatnya aman.
“Aman aman aja,” kata dia saat ditemui, Jumat (31/1).
Adanya kabar kelangkaan gas elpiji, dia mengantisipasi dengan cara menjual hanya untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro.
“Saya kan hanya menjambatani, diberikan amanah, memang untuk warga rumah tangga dan usaha mikro gitu caranya gitu aja,” ucapnya.
Baca Juga:Bandung, Kota yang Memikat: Destinasi Penuh Pesona di Long Weekend Januari 2025Lahan Sawit Ilegal Rugikan Negara dan Lingkungan
Perbedaan antara Luki dan Yusup terlihat jelas, Agen gas elpiji cikaret itu harus mengambil ke pangkalan. Sedangkan, Yusup ada yang memasok gas melon selama dua hari sekali.
“Dua hari sekali ada kuotanya, kan kalau gas ga bisa beli kayak cabe ada aturannya. Saya bulan kemaren ga banyak, per dua hari sekali 35-40 tabung,” pungkasnya. (Reg/SFR)
