“Ahli gizi akan menghitung kandungan kalori, protein, dan zat gizi lainnya dalam setiap menu yang diberikan kepada siswa,” ujar Dadan. Setiap sore, pihak BGN juga rutin mengadakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program.
“Kami mengevaluasi kebutuhan gizi setiap hari, sementara evaluasi tumbuh kembang anak akan dilakukan oleh instansi lain,” tambahnya. Dadan juga menegaskan bahwa BGN tidak menetapkan standar menu nasional, melainkan standar komposisi gizi. “Setiap SPPG harus memiliki ahli gizi yang bisa meracik makanan sesuai dengan budaya lokal dan selera anak-anak agar program ini lebih efektif,” pungkasnya. (Mong)
