Miliki Unit Pasteurisasi Susu Sendiri, SPPG Cimahi Jadi Percontohan Nasional

Pj Wali Kota Cimahi, Benny Bachtiar dan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana saat Mencicipi Susu Murni MBG (mong)
Pj Wali Kota Cimahi, Benny Bachtiar dan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana saat Mencicipi Susu Murni MBG (mong)
0 Komentar

Saat ini, BGN sedang melakukan verifikasi untuk menambah jumlah SPPG di berbagai daerah.

“Saat ini kami sedang dalam tahap verifikasi untuk menambah 230 unit SPPG, dan pada Februari 2025 ditargetkan akan mencapai sekitar 450 SPPG yang tersebar di 36 provinsi,” jelas Dadan.

Sementara itu, secara nasional, hingga saat ini baru terdapat sekitar 245 SPPG yang tersebar di 34 provinsi.

Baca Juga:Jerit Sunyi dari Wajah-Wajah yang DibungkamLBH Tatar Galuh Ciamis Siap Beri Pendampingan Hukum bagi Korban Penipuan Program MBG

Terkait dengan pelaksanaan program MBG di bulan Ramadan, Dadan memastikan bahwa program ini tetap berjalan dengan mekanisme yang disesuaikan.

“Misalnya, makanan bergizi akan dibagikan kepada siswa yang berpuasa untuk dibawa pulang, sementara bagi yang tidak berpuasa bisa menyantapnya langsung di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, kemasan makanan bergizi akan menggunakan paper bag yang ramah lingkungan agar mudah terurai di tanah.
Untuk memastikan kualitas makanan, pemantauan gizi akan dilakukan oleh ahli gizi di setiap SPPG.

“Ahli gizi akan menghitung kandungan kalori, protein, dan zat gizi lainnya dalam setiap menu yang diberikan kepada para siswa,” tambahnya.

Setiap sore, pihak BGN juga rutin mengadakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program.

“Kami mengevaluasi kebutuhan gizi setiap hari, sementara evaluasi tumbuh kembang anak akan dilakukan oleh instansi lain,” sebutnya.

Lebih lanjut, Dadan menuturkan bahwa BGN tidak menetapkan standar menu nasional, melainkan hanya standar komposisi gizi.

Baca Juga:Pj Gubernur Jabar Masih Cari Solusi Penolakan Imbauan Penahanan Ijazah Sekolah SwastaUsai Long Weekend, Arus Lalu Lintas di Tol Padaleunyi Lancar

“Setiap SPPG harus memiliki ahli gizi yang bisa meracik makanan sesuai dengan budaya lokal dan selera anak-anak agar program ini lebih efektif,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar