Pj Gubernur Jabar Masih Cari Solusi Penolakan Imbauan Penahanan Ijazah Sekolah Swasta

Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.
Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin masih akan cari solusi terkait desakan sekolah swasta di Jabar. Itu terkait penolakan mengenai imbauan tidak menahan ijazah bagi siswa.

Bey menuturkan, bagi sekolah negeri di Jabar khususnya jenjang SMA/K atau SLB diharapkan bisa mengikuti imbauan yang telah diterbitkan. Artinya tidak ada lagi praktek-praktek penahanan ijazah bagi siswa. “Untuk sekolah negeri jangan menunda penyerahan ijazah,” tegasnya, Kamis (30/1).

Karena itu, pihaknya bakal mencari solusi terkait kondisi tersebut. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan. “Kalau dari kami sangat mendukung agar ijazah-ijazah itu diberikan kepada anak-anak yang lulus. Kami akan cari langkah yang baik,” sambungnya.

Baca Juga:Usai Long Weekend, Arus Lalu Lintas di Tol Padaleunyi LancarKPU Kota Bandung Pastikan Wali Kota Terpilih Dilantik 6 Februari

Disinggung soal kucuran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), Bey Machmudin juga masih belum bisa menjabarkan. “Kami akan sisir lagi itu (BPMU.red).” jelasnya.

Diketahui, BPMU sendiri merupakan salah satu kucuran hibah dari Pemprov Jabar yang diperuntukkan kepada sejumlah sekolah swasta di Jabar. Dalam beberapa tahun sebelumnya, besaran BPMU berbeda dengan kucuran Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) yang diberikan ke sekolah negeri. Untuk negeri itu bisa di angka Rp 1,6 juta sementara swasta hanya di angka Rp 600 ribu tiap siswa.

Di sisi lain, berdasarkan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, Pemprov sendiri juga telah cukup banyak mengucurkan hibah ke sekolah swasta. Dari data realisasi hibah 2023 misalnya, tercatat ada Rp 1,283 triliun belanja hibah uang dana BOS ke satdikmen swasta. Dan Rp 524 miliar belanja hibah uang dana BOS ke satdiksus swasta.(son)

0 Komentar