MES Kota Banjar Tukar Gagasan dengan Wali Kota Terpilih

Wali Kota Banjar terpilih, H Sudarsono (tengah), bersama para pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berdialog untuk program kepala daerah lima tahun kedepan, Minggu 19 Januari 2025. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Wali Kota Banjar terpilih, H Sudarsono (tengah), bersama para pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berdialog untuk program kepala daerah lima tahun kedepan, Minggu 19 Januari 2025. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Penguatan potensi UMKM dan pertanian juga akan melibatkan perguruan tinggi untuk kajian dan pendampingan,” jelasnya.

H. Sudarsono juga mengungkapkan pentingnya fokus pada ‘Berdaya Pacu’, yang berkaitan dengan investasi dan upaya mendorong program dari Provinsi dan Pemerintah Pusat agar dapat dilaksanakan di Kota Banjar.

“Kami juga berusaha agar jalur exit tol ada di Kota Banjar,” tambahnya.

Baca Juga:Puluhan Remaja Dihukum Push Up oleh Mapolres Banjar Gara-Gara Pesta MirasAnggota Brimob yang Gugur di Papua Dimakamkan di TPU Polri Cikeas

Dalam penataan Gerbang Jawa Barat di Kota Banjar, ia menegaskan bahwa penataan akan mengedepankan nuansa budaya Sunda khas ‘Singaperbangsa’. “Kami mohon dukungan dari para tokoh agama dan masyarakat agar penataan dengan kearifan budaya tersebut dinilai sebagai kebudayaan,” ujarnya.

Selain itu, H. Sudarsono juga mengungkapkan usulan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjar agar RSUD direlokasi ke tempat lain, sementara bangunan RSUD yang ada saat ini dapat dijadikan Rumah Sakit paru-paru atau Rumah Sakit Spesialis lainnya. IDI juga meminta pemerintah untuk menyediakan beasiswa bagi dokter spesialis.

“Rencana kami juga termasuk membangun ‘one stop service’ pelayanan kesehatan, menyediakan tempat untuk klinik-klinik yang ada di Kota Banjar agar tertata dengan manajemen satu atap,” tambahnya.

Pemaparan Walikota terpilih, H. Sudarsono, disambut antusias oleh para pengurus MES Kota Banjar. “Cara komunikasi beliau yang langsung berdialog dan memaparkan berbagai rencana pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat diapresiasi positif oleh seluruh peserta dialog,” ungkap salah satu pengurus.

Pengurus MES Kota Banjar, Sufian Munawar memberikan banyak masukan kepada Walikota, terutama terkait program penguatan generasi muda.

“Kami juga membahas pemanfaatan pelaku industri animasi Kota Banjar untuk promosi wisata dan produk Kota Banjar, pelatihan UMKM agar tidak terkesan seremonial, penataan pertanian secara khusus untuk pengembangan organik, serta pembentukan BPRS,” katanya.

Kesepakatan pemikiran yang krusial juga mencakup penanganan rentenir dan pembinaan ASN yang terjerat hutang. “Kami berharap atmosfer usaha dan daya beli masyarakat Kota Banjar menjadi lebih baik. Dana CSR akan dialokasikan untuk penanganan ini dengan melibatkan MES dan BAZNAS,” tambah Deni Herdiandi.

0 Komentar