Cegah Kasus PMK Meluas, Dispernakan KBB Vaksinasi 25 Ribu Hewan Ternak

Peternak di Lembang, Bandung Barat tengah memberikan pakan ternak cegah PMK/Suwitno/Jabar Ekpres/
Peternak di Lembang, Bandung Barat tengah memberikan pakan ternak cegah PMK/Suwitno/Jabar Ekpres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) beberapa bulan ini tengah marak terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Guna mencegah penyakit tersebut tidak meluas, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat kini tengah menggencarkan vaksinasi hewan ternak.

Berdasarkan data dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat, tahap awal wilayah KBB menerima 25.600 dosis vaksinasi gabungan dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat dan Gabungan Koperasi Susu Indonesia.

Baca Juga:Kantor Imigrasi Bogor Periksa WNA Asal Arab Buntut Keributan di CisaruaBiskita Trans Pakuan Tak Lagi Dapat Subsidi, DPRD Kota Bogor Desak Dishub Susun Skenario Pendanaan

“Vaksinasi sudah jalan, sudah sekitar 1 minggu pelaksanannya. Seluruhnya totalnya ada 25.600 dosis, saat ini sudah tervaksin sekitar 21 ribu. Sisanya sedikit laga semoga cepat selesai secara serentak agar nanti pengulangannya juga serentak,” kata Plt Kepala Dispernakan Bandung Barat Wiwin Aprianti saat dihubungi, Rabu (15/1).

Dia mengatakan, saat ini PMK tengah marak menyerang sapi di berbagai wilayah Bandung Barat. Berdasarkan catatan yang ia miliki, sebanyak 136 kasus sapi perah terpapar, 4 ekor di antaranya mati mendadak, 10 ekor di antaranya dipotong.

Karena itu, lanjut dia, vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya wabah PMK di Bandung Barat.

“Kemudian sisanya dalam proses penyembuhan. Karena berkaca dari tahun 2024 ada 229 kasus semuanya sembuh,” ucap Wiwin.

Ia menambahkan, sasaran vaksinasi menyasar di wilayah ditemukannya kasus PMK. Selain itu, titik yang memiliki populasi dan jadi daerah lalu lintas hewan ternak pun menjadi target Dispernakan Bandung Barat.

Proses vaksinasi ini, terang Wiwin, sangat penting dan harus dilakukan dua kali dalam setahun untuk menambah kekebalan tubuh hewan ternak. Sebab, hewan ternak yang sudah mendapat dosis vaksin relatif rendah terkena infeksi virus tersebut.

“Lakukan vaksinasi setahun dua kali. Karena sapi yang di vaksin relatif rendah terkena infeksi tersebut. Kalaupun terkena mudah sembuhnya,” jelas dia.

Baca Juga:Fix, BPTJ Setop Subsidi BTS Biskita Trans Pakuan Kota BogorKolaborasi Antarwilayah Diperlukan untuk Atasi Banjir di Citeureup Cimahi Utara

Pihaknya meyakini dengan adanya vaksinasi ini wabah PMK bisa semakin terkendali sehingga tidak semakin meluas penyebarannya. Sebab, kata Wiwin, tingkat kesembuhan hewan ternak yang sudah mendapat dosis vaksin cukup tinggi.

0 Komentar